Translate

Cari Artikel

Tentang Ramalan dan Pandangan Bathin Prabu Jayabaya di Tanah Jawa

Ramalan Jayabaya / Jangka Jayabaya - Sejarah dan kisah cerita islam tradisional sangat jarang di ketahui oleh para remaja, itu yang saya ketahui. Oleh karena itu di artikel ini kita akan membahas tentang ramalan jawa yang mendapat kepercayaan bahwa ramalan itu ditulis oleh Jayabaya , raja Kerajaan Kediri.

Di pagi ini saya sedang menjelajah internet dan masih belum tidur. Ya, kesukaan saya adalah baca-baca because knowledge is king. Pengetahuan banyak kita dapatkan dari membaca, apapun itu bacaannya selama masih layak untuk di baca. Kemudian saya membuka akun twitter dan sekilas saya tertarik untuk melihat kulwit / perbincangan tentang Jaya baya..


INFO BARU GUE Tentang 'Pandangan Bathin' dan Kitab Prabu Jayabaya di Indonesia"


Biografi Maharaja Jayabhaya
Pic by thoryshinwa.wordpress.com

Jayabaya atau Prabu Jayabaya adalah seorang raja dari Kerajaan Kediri yang dikenal gagah perkasa dan ditakuti oleh musuh. Kesaktian Jayabaya memang sudah terkenal dan menyebar luas, juga memiliki kemampuan penerawangan, hingga dia tahu kapan dirinya akan lengser. Prabu Jayabaya pernah memimpin Kerajaan Dhoho Kediri yang semasa itulah masa kejayaan. Namun lama-lama jejak kerajaan Dhoho menghilang secara misterius.

Bukan hanya kesaktian yang dimilikinya, Prabu Jayabaya juga memiliki kemampuan mata batin yang tajam, hingga wejangan-wejangannya dituangkan dalam karya sebuah kitab. Jangka Jayabaya merupakan kitab yang menurut keyakinan ditulis langsung oleh Prabu Jayabaya. Di tanah jawa kitab tersebut menyebar luas. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yang dilestarikan secara turun temurun oleh para pujangga.

Setelah Islam mengalami masa kejayaan, Kitab Jangka Jayabaya di ubah oleh Sunan Giri Prapen dan diberi nama Kitab Musasar. Kitab Musasar (atau disebut juga Asrar) yang dalam bahasa Arab berarti "Rahasia" ditulis oleh Sunan Giri pada tahun 1028 H/1618 M. Sunan Giri Prapen sendiri adalah seorang ulama yang terkenal kewaliannya, bahkan setiap raja Islam yg akan bertahta dilantik oleh Sunan Giri.

Artinya apa yang diucapkan oleh Prabu Jayabaya dalam kitab Jangka Jayabaya diakui oleh ulama lekalipun Sunan Giri Prapen, hingga ditulis lagi. Dengan menggunakan nama yg diambil dari bahasa arab, Jangka Jayabaya digubah dengan nama Kitab Asrar (Rahasia) yang berisi pandangan Jayabaya. Intisari atau pokok-pokok penting dalam kitab Jangka Jayabaya dimuat ulang dalam kitab Asrar. Yang memang sebagian terdapat dalam hadist Nabi. Kemudian buah karya Prabu Jayabaya digubah lagi oleh Pangeran Wijil I (Pangeran Kadilangu II). Beliau keturunan Sunan Kalijaga.

Gubahan dari Pangeran Wijil ini ditulis dalam sebuah karya syair yang berisi intisari dari kitab Jangka Jayabaya. Kebanyakan orang menyebut pandangan batin Prabu Jayabaya sebagai "Ramalan", tp Sunan Giri Prapan & Pangeran Wijil mengakui keabsahannya. Sebab Hadist Nabi jauh sebelum masa Prabu Jayabaya pun sudah bersabda mengenai akhirul jaman, hanya saja tidak spesifik tanah Jawa. Sedangkan Prabu Jayabaya hanya membaca kerajaan tanah Jawa (Indonesia). Tapi bila dilihat isinya sumbernya ada juga yang dari Hadist.

Berikut 3 diantaranya dari ramalan Jangka Jayabaya yang sudah terbukti terjadi di Tanah Air:


Jawa akan terpecah-belah


jawa terpecah - ramalan jayabaya 1
Gambar ilustrasi tanah jawa - Merdeka.com

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Prof Arysio Santos, Ph.D dalam bukunya Atlantis The Lost Continent Finally Found disebutkan atlantis adalah negeri tropis yang berlimpah mineral dan kekayaan hayati. Namun segala kemewahan itu lenyap tersapu bencana maha besar yang memisahkan Jawa dari Sumatera, menenggelamkan lebih dari separuh wilayah nusantara. Kejadian itu diperkirakan pada 11.600 tahun yang lalu. Apa yang diteliti oleh Arysio tersebut menurut ahli sejarah Kediri, Ki Tuwu sebenarnya sudah dijelaskan dalam Kitab Jangka Jayabaya.

 Seks bebas tersebar luas


Raja Jayabaya juga banyak memberikan perlambang dan sindiran yang bisa dibuktikan hingga sekarang, contohnya fenomena seks bebas yang hingga kini masih sering terjadi di masyarakat. Menurut paranormal asal Kediri, Jawa Timur, Ki Tuwu, kemahiran Prabu Jayabaya ini dia dapatkan dari Syaikh Syamsuddin Al-Wasil.

Dalam Kitab Jangka Jayabaya pernah diungkapkan bahwa nanti akan banyak kaum laki-laki dan perempuan yang akan kehilangan rasa hormat sampai rasa malu.

"Wong wadon ilang kawirangane wong lanang ilang prawirane. Artinya banyak perempuan hilang rasa malunya dan banyak laki-laki hilang kehormatannya. Saya tidak mau mendahului kehendak Allah, namun ini sudah terbukti," kata Ki Tuwu mengutip dari ramalan Jayabaya

"Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar tetap eling lan waspada," ujar Ki Tuwu.


Banyak Praktik Korupsi dimana-mana


Kitab Jangka Jayabaya memprediksi akan terjadi praktik korupsi di tanah air yang dulu masih bernama Nusantara. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya pejabat yang haus akan kekuasaan dan melanggar sumpah-sumpah jabatannya.

Perlambang itu lain adalah, akeh janji ora ditetepi, akeh wong nglanggar sumpahe dewe  (artinya - banyak orang melanggar janji dan sumpah jabatan

Akeh menungso mung ngutamakke duwit, lali kemenungsan, lali kebecikan lali sanak lali kadang (Banyak manusia yang hanya mengutamakan uang, lupa perikemanusiaan, lupa kebaikan dan lupa saudara. 

"Silakan dinalar sendiri, kejadian-kejadian yang diramalkan Sang Prabu Jayabaya terbukti," kata Ki Tuwu.

Di bawah ini adalah pandangan batin Jayabaya kedepan lainnya yang bakal dialami oleh kerajaan ditanah Jawa, yg telah diambil intisarinya dalam kitab Asrar.

Pandangan bathin Jayabaya lainnya di tanah Jawa


Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran (Kelak, akan ada Kereta tanpa kuda. Mungkin yg dimaksud itu "kereta api")


Prahu mlaku ning dhuwur awang-awang. (Perahu tapi berjalan di angkasa. Mungkin yg dimaksud pesawat terbang).


Sekilan bumi dipajeki. (Sejengkal tanah pun dikenai pajak, ini yg dimaksud Pajak Bumi dan Bangunan "PBB").


Wong wadon nganggo pakean lanang. (Perempuan tapi memakai pakaian laki-laki. Ini sdh terjadi lg, bahkan sulit bedakan mana cowok/cewek)


Iku tandha yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman, (Itu tandanya orang bakal mengalami zaman yg kebalik).


Akeh janji ora ditepati, (Bnyk Janji yg tdk ditepati). Akeh wong wani ngelanggar sumpahe dhewe (Bnyk org brani mlanggar sumpahya sndri).

Kalau ditulis semua, mungkin terlalu banyak, jadi kami tuangkan intisarinya saja, yg memang saat ini tengah dialami oleh negeri ini.

Ramalan Jayabaya mungkin bisa dipahami secara ilmiah, bahwa manusia dan peradaban memang selalu bisa bangkit, hancur, dan bangkit lagi. Dan mungkin karena Jayabaya menyadari manusia bisa lupa, dia sengaja menulis ini sebagai peringatan agar manusia tidak lupa. Dan itulah satu tanda kearifan sang Prabu Jayabaya. Mungkin, ini juga dorongan pada manusia agar selalu berbesar hati, optimis. Bahwa di saat yang paling berat sekalipun, suatu hari akhirnya akan datang juga Masa Kesadaran, Masa Kebangkitan Besar, Masa Keemasan Nusantara. 

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Jayabaya, http://chirpstory.com/li/257999, merdeka.com
Terimakasih Anda telah membaca tulisan / artikel di atas tentang :
Judul: Tentang Ramalan dan Pandangan Bathin Prabu Jayabaya di Tanah Jawa
Rating: 100% based on 10/10 ratings. 98 user reviews.
Ditulis Oleh Foo ID
Anda bisa membagikan secara gratis kepada teman-teman anda tentang Tentang Ramalan dan Pandangan Bathin Prabu Jayabaya di Tanah Jawa. Anda juga di perbolehkan menulis ulang / mengembangkan artikel ini dengan catatan tidak men-copas semuanya dan di harap mencantumkan link sumber. Atau jika anda sedang menggunakan desktop / komputer / PC / Laptop, silahkan klik ctrl+D untuk menyimpan sebagai favorit agar lebih mudah di temukan. Semoga bisa memberikan manfaat bagi Anda. Jangan lupa Komentar Anda sangat dibutuhkan, di bawah ini. Baca juga artikel keren menarik lainnya.

0 Response to "Tentang Ramalan dan Pandangan Bathin Prabu Jayabaya di Tanah Jawa"

Posting Komentar